Halaman

" WELCOME TO ANGGIE BLOG "

Minggu, 12 Desember 2010

HARDDISK



RAID (Redundant Array of Independent Disks)

RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata "RAID" juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.
Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan "RAID Level". Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.
RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.
SEJARAH
Pada tahun 1978, Norman Ken Ouchi dari International Business Machines (IBM) dianugerahi paten Amerika Serikat, dengan nomor 4092732 dengan judul "System for recovering data stored in failed memory unit." Klaim untuk paten ini menjelaskan mengenai apa yang kemudian dikenal sebagai RAID 5 dengan penulisan stripe secara penuh. Patennya pada tahun 1978 tersebut juga menyebutkan bahwa disk mirroring atau duplexing (yang kini dikenal sebagai RAID 1) dan juga perlindungan dengan paritas khusus yang didedikasikan (yang kini dikenal dengan RAID 4) bisa digunakan, meskipun saat itu belum ada implementasinya.
Istilah "RAID" pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1987, 9 tahun berselang setelah paten yang dimiliki oleh Norman Ken Ouchi. Mereka bertiga mempelajari tentang kemungkinan penggunaan dua hard disk atau lebih agar terlihat sebagai sebuah perangat tunggal oleh sistem yang menggunakannya, dan kemudian mereka mempublikasikannya ke dalam bentuk sebuah paper berjudul "A Case for Redundant Arrays of Inexpensive Disks (RAID)" pada bulan Juni 1988 pada saat konferensi SIGMOD. Spesifikasi tersebut menyodorkan beberapa purwarupa RAID level, atau kombinasi dari drive-drive tersebut. Setiap RAID level tersebut secara teoritis memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Satu tahun berselang, implementasi RAID pun mulai banyak muncul ke permukaan. Sebagian besar implementasi tersebut memang secara substansial berbeda dengan RAID level yang asli yang dibuat oleh Patterson dan kawan-kawan, tapi implementasi tersebut menggunakan nomor yang sama dengan apa yang ditulis oleh Patterson. Hal ini bisa jadi membingungkan, sebagai contoh salah satu implementasi RAID 5 dapat berbeda dari implementasi RAID 5 yang lainnya. RAID 3 dan RAID 4 juga bisa membingungkan dan sering dipertukarkan, meski pada dasarnya kedua jenis RAID tersebut berbeda.
Patterson menulis lima buah RAID level di dalam papernya, pada bagian 7 hingga 11, dengan membagi ke dalam beberapa level, sebagai berikut:
  • RAID level pertama: mirroring
  • RAID level kedua : Koreksi kesalahan dengan menggunakan kode Humming
  • RAID level ketiga : Pengecekan terhadap disk tunggal di dalam sebuah kelompok disk.
  • RAID level keempat: Pembacaan dan penulisan secara independen
  • RAID level kelima : Menyebarkan data dan paritas ke semua drive (tidak ada pengecekan terhadap disk tunggal)
 
HAS (Host-Attached Storage)

Host-Attached Storage (HAS) adalah pengaksesan storage melalui port M/K lokal. Port-port ini menggunakan beberapa teknologi. PC biasanya menggunakan sebuah arsitektur bus M/K yang bernama IDE atau ATA. Arsitektur ini mendukung maksimal 2 drive per M/K bus. Arsitektur yang lebih baru yang menggunakan simplified cabling adalah SATA. High-end workstation dan server biasanya menggunakan arsitektur M/K yang lebih rumit, seperti SCSI atau fiber channel (FC).
SCSI adalah sebuah arsitektur bus. Medium fisiknya biasanya adalah kabel ribbon yang memiliki jumlah konduktor yang banyak (biasanya 50 atau 68). Protokol SCSI mendukung maksimal 16 device dalam bus. Biasanya, device tersebut termasuk sebuah controller card dalam host (SCSI initiator, yang meminta operasi) dan sampai 15 storage device (SCSI target, yang menjalankan perintah). Sebuah SCSI disk adalah sebuah SCSI target yang biasa, tapi protokolnya menyediakan kemampuan untuk menuliskan sampai 8 logical unit pada setiap SCSI target. Penggunaan logical unit addressing biasanya adalah perintah langsung pada komponen dari array RAID atau komponen dari removable media library .
FC adalah sebuah arsitektur seri berkecepatan tinggi yang dapat beroperasi pada serat optik atau pada kabel copper 4-konduktor. FC mempunyai dua varian. Pertama adalah sebuah switched fabric besar yang mempunyai 24-bit space alamat. Varian ini diharapkan dapat mendominasi di masa depan dan merupakan dasar dari storage-area network (SAN). Karena besarnya space alamat dan sifat switched dari komunikasi, banyak host dan device penyimpanan dapat di-attach pada fabric, memungkinkan fleksibilitas yang tinggi dalam komunikasi M/K. Varian FC lain adalah abritrated loop (FC-AL) yang bisa menuliskan 126 device (drive dan controller).
Banyak variasi dari device penyimpanan yang cocok untuk digunakan sebagai HAS. Beberapa diantaranya adalah hard disk, RAID array, serta drive CD, DVD dan tape. Perintah M/K yang menginisiasikan transfer data ke HAS device adalah membaca dan menulis logical data block yang diarahkan ke unit penyimpanan teridentifikasi yang spesifik (seperti bus ID, SCSI ID, dan target logical unit).

NAS (Network Attached Storage)
Jaringan Attached Storage (NAS) adalah jenis sistem penyimpanan yang dapat dilampirkan ke jaringan data. Sebuah NAS berguna untuk penyimpanan data yang berhubungan dengan misi non-kritis. Hal ini lebih murah dan lebih mudah untuk mempertahankan dari Storage Area Network (SAN) tetapi tidak cukup memberikan kinerja perusahaan yang dapat memperoleh dari SAN.

File transfer protokol yang didukung oleh NAS termasuk Network File System, Common Internet File System, File Transfer Protocol, dll server NAS menawarkan fleksibilitas dalam hal lampiran ke jaringan, hal ini dapat dilakukan baik melalui Ethernet atau jaringan fibre. Hari-hari ini Anda juga bisa mendapatkan perangkat nirkabel 802,11 NAS. Keindahan perangkat NAS terletak pada kesederhanaan mereka, mereka dapat dibangun menggunakan teknologi disk meskipun mereka biasanya dikembangkan dengan menggunakan Sistem Komputer Kecil Interface (SCSI). perangkat NAS juga dapat digunakan untuk metode penyimpanan lain seperti pita magnetik, CD, dan DVD.

NAS menawarkan keuntungan sebagai berikut  :
1. Lebih cepat akses ke data yang tersimpan melalui LAN.
2. Biaya rendah sejak array RAID adalah bagian dari LAN
3. Mudah untuk menginstal, bisa berdiri dan berjalan dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.

Properti ini penyimpanan NAS ditambah biaya kepemilikan yang rendah membuatnya ideal untuk UKM. Sebuah keuntungan ganda dari NAS yang memungkinkan administrator untuk baik meningkatkan atau mengkonsolidasikan infrastruktur penyimpanan. Penyimpanan ekspansi hampir tak terbatas sebagai salah satu dibebaskan dari keterbatasan kapasitas penyimpanan server individu dan jumlah disk mereka dapat terus. Pada saat yang sama, satu NAS set-up yang cukup baik untuk menggantikan beberapa file server yang beroperasi secara individual, ini mengarah ke konsolidasi. NAS dapat dijalankan di sistem operasi yang umum tersedia seperti Windows. NAS status dapat diperiksa dari mana saja di LAN, administrator penyimpanan ini memberikan kemampuan untuk mendiagnosa masalah dan mengubah konfigurasi NAS bila diperlukan.

Kinerja sistem NAS tergantung pada dukungan drive, jumlah drive digunakan dan kapasitas secara keseluruhan. drive SATA yang menawarkan penyimpanan massal berbiaya rendah yang sangat baik yang paling disukai. SCSI juga tersedia. Karena NAS memanfaatkan LAN untuk transfer data selalu ada kesempatan dari bottleneck mengembangkan suatu tempat di sepanjang LAN, biasanya itu adalah antarmuka jaringan yang menyebabkan masalah. Jika menerapkan NAS, mencari produk yang mendukung Gigabit Ethernet untuk transfer data yang cepat dan beberapa sambungan sehingga beban jaringan didistribusikan dan redundansi antarmuka disediakan.

Solusi Kerusakan Pada Harddisk




SOLUSI JIKA HARDDISK TERFORMAT

Untuk data yang hilang atau terformat pada flashdisk coba gunakan Data Doctor Recovery - Pen Drive. Data Doctor Recovery - Pen Drive dapat mengembalikan data untuk beberapa kasus yaitu antara lain: mengembalikan file dan folder yang hilang; mengembalikan data yang hilang disebabkan oleh virus; mendukung nama file yang panjang; mengembalikan data jika Flash disk telah terformat dengan tipe sistem yang berbeda atau parameter yang berbeda; dan mendukung penuh untuk Pen Drive(USB Flash), Memory Card, Flash Memory, Kamera digital yang suport USB.
Cara penggunaannya :
  1. Install software tersebut pada komputer anda, masukkan serialnya (tersedia dalam paket)
  2. Jalankan programnya, lalu arahkan kursor pada disk drive pada form sebelah kiri
  3. Pilih Advance Search untuk menelusuri data-data sebaik mungkin yang telah hilang dari USB anda, klik anak panah kanan “next”
  4. Klik next lagi untuk memulai pencarian data-data anda, dan program berjalan
  5. Setelah selesai, pilih next, dan check list/pilih data-data yang mana saja yang mau di ambil kembali pada form sebelah kiri
  6. Setelah itu klik kanan mouse anda dan pilih save/simpan dan siapkan folder untuk menyimpan data-data anda yang telah dikembalikan.
  7. Cek folder tersebut, bila disana terdapat data-data anda maka program ini berjalan dengan baik, dan selamat kepada anda bila data anda kembali setelah ter-format pada flash-disk.
  8. Tutup program tersebut, bila ada pilihan pilih “yes” untuk save log data yang telah dijalankan.

SOLUSI DATA HARDDISK HILANG ATAU TERHAPUS

Cara Mengembalikan Data yang Hilang atau Terhapus. Pernah mengalami file penting di komputer terhapus, tiba-tiba hilang, mem-format hard disk, sudah meng-empty recycle bin atau karena komputer mati / restart tiba-tiba? Kamu pasti ingin file data penting kamu kembali.  Ada beberapa cara mengembalikan data yang hilang atau terhapus dengan software “Ontrack EasyRecovery Professional” yang lengkap.

Cara Mengembalikan Data yang Hilang
Berikut tips dan cara-cara mengembalikan data yang terhapus atau hilang di harddisk komputer.
Pertama
Kamu harus download dulu software tersebut, silakan klik di sini untuk download software Ontrack Easy Recovery Professional. Pilih External Mirror #1.
Jika data yang hilang di drive C:
Sebaiknya install di komputer atau sistem operasi lain.
Jika data yang hilang di drive selain E:,
Anda bisa menginstall software ini di mana saja di komputer yang sama, asalkan tidak berada salam satu drive dengan data yang hilang tadi.
Software ini menyediakan sebuah solusi yang sangat komplit sehubungan dengan data yang hilang atau urusan recovery data yang hilang karena:
1. Virus.
2. Sektor yang tidak terbaca
3. Kesalahan aplikasi, system, atau shut down yang tidak normal.
4. Kerusakan pada critical area.
5. Ter-format
6. Penyebab lain yang memungkinkan hilangnya data.
Software ini di-install pada Windows 98 SE, Me, 2000, or XP, dan dapat me-recover data untuk pada semua sistem windows yang memiliki empat feature utama, yaitu:
1. Disk Diagnostics,
yaitu tool untuk mengecek kondisi hardisk Anda apakah masih bagus atau tidak.
2. Data Recovery,
yaitu tool untuk mengembalikan data / file karena terhapus, terformat, dan sebagainya.
3. Email Repair,
yaitu tool untuk mengembalikan data email Outlook Express yang terhapus atau rusak.
4. File Repair,
yaitu tool untuk memperbaiki data / file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang rusak karena virus atau sebab lain.
Mari kita lihat satu per satu fasilitas yang ada dalam software Ontrack EasyRecovery Professional ini untuk mengembalikan data yang hilang atau terhapus.
 
1. Disk Diagnostics
 
EasyRecovery Professional Disk Diagnostics
Tool yang ada dalam Disk Diagnostics ini adalah:
* Data Advisor, untuk membuat disket recovery.
* Drive Tests, untuk mengetes kondisi fisik dari hard disk (disk drive).
* Jumper Viewer, untuk melihat posisi jumper pada hard disk.
* Partition Tests, untuk mengecek kondisi partisi hardisk.
* Size Manager, untuk melihat kapasitas hard disk
* SMART Tests, digunakan untuk mengetes kondisi Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology pada suatu hardisk.
 
2. Data Recovery
 
EasyRecovery Professional Data Recovery
Tool-tool yang ada dalam Data Recovery ini adalah:
* Advanced Recovery, untuk mencari data yang sudah tidak dapat di-recover dengan tool lain, yaitu karena ter-format, ter-partisi, virus, atau hal lain.
* Deleted Recovery, untuk mencari data yang sudah dihapus. Ini adalah tool yang paling sering dipakai penulis.
* Format Recovery, untuk mencari data pada hard disk yang sudah di-format.
* Raw Recovery, untuk mencari file yang hilang berdasarkan signature.
* Resume Recovery, semua proses recovery dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan pada lain waktu.
* Emergency Media, untuk membuat disket atau CD yang digunakan untuk me-recover data / file hilang.
3. Email Repair
Digunakan untuk mengembalikan data email Outlook dan Outlook Express yang hilang.
4. File Repair
Digunakan untuk mengembalikan file-file Microsoft Office dan ZIP yang rusak. Tool ini dapat memperbaiki file Microsoft Word, Excel, Access, PowerPoint, dan ZIP (winzip) file yang corrupt / rusak karena virus atau sebab lain.




Data atau file yang hilang lebih sulit di-recover jika:
1. Anda menambahkan file baru setelah Anda menghapus atau memformat hard disk.
2. Anda menggunakan FAT32 dalam Windows XP.
Itulah tips dan cara mengembalikan data yang hilang atau terhapus dengan software EasyRecovery Professional yang bisa kamu lakukan. Semoga data file penting kamu bisa diselamatkan dan kembali lagi.

SOLUSI HARDDISK TIDAK TERDETEKSI
 
Untuk melihat apakah harddisk terdeteksi atau tidak bisa dilakukan dengan cara : pada saat computer booting, masuk ke BIOS dengan menekan tombol delete atau F2 (tergantung merk motherboardnya), kemudian pilih pada standart CMOS setup. Maka akan tampil sejumlah harddisk maupun cdrom yang terpasang.
Harddisk tidak terdeteksi ini bisa disebabkan oleh karena kabel data maupun kabel power tidak tersambung dengan benar pada harddisk. [pasang kabel data IDE / SATA atau kabel power dengan benar pada harddisk]. Atau bisa juga disebabkan oleh pengaturan jumper yang tidak benar [atur kembali pengaturan jumper pada harddisk, tidak boleh sama dengan jumper cdrom atau harddisk yang lain bila terdapat lebih dari 1 harddisk]. Yang lebih parah lagi adalah dikarenakan harddisk memang sudah rusak parah sehingga tidak bisa digunakan lagi.

SOLUSI HARDDISK LAMBAT MENGAKSES DATA ATAU FILE

Hard disk yang ter-fragmentasi (terpencar) akan membuat kinerja komputer menjadi lambat, karena untuk meng-akses file, komputer harus mencari-cari file tersebut di se-antero hard disk (bayangkan jika hard disk tersebut berkapasitas amat besar, mis. 1 Terabyte). Untuk itu gunakan juga utility bawaan Windows yaitu Disk Defragmenter yang dapat anda akses melalui Start | All Programs | Accessories | System Tools | Disk Defraggmenter. Tentukan drive mana yang akan di Defrag, apakah semua drive yang ada atau drive tertentu saja berdasarkan pilihan anda. Klik Analize, Windows akan meng-informasikan kepada anda perlu atau tidaknya melakukan Defrag pada hard disk.
Utility bawaan Windows ini akan merapikan kembali File-file dalam hard disk anda yang terpencar-pencar (ter-fragmentasi) tersebut, sehingga akses terhadap file anda akan menjadi lebih cepat, demikian juga pada proses baca dan tulis pada hard disk. Jalankan utility ini sedikitnya sebulan sekali, namun anda dapat mengatur sendiri skedul kapan anda harus melakukan defrag pada hard disk, misalnya lebih dari satu bulan sekali jika anda menghendaki. Melakukan Defragmen pada hard disk lebih dari 1 kali dalam sebulan sangat dianjurkan jika :
· Anda menambahkan file dalam ukuuran dan jumlah yang besar
· Ruang bebas pada hard disk anda tinggal sekitar 15%
SOLUSI HARDDISK BADSECTOR
Bad sektor atau bad block adalah istilah yang digunakan untuk menyebut area yang rusak pada hardisk. Bad Sector pada hardisk ini secara umum terdapat 2 macam, yaitu bad sektor secara fisik dan bad sektor secara software. Bad sector secara fisik terjadi karena adanya keruksakan pada bagian plate hardisk yang bisa terjadi karena hardisk terkena debu, hardisk terjatuh, terkena benturan keras dan sebagainya. Sedangkan bad sector secara software bisa terjadi ketika hardisk sedang sibuk tiba-tiba komputer mati, misalnya karena mati listrik.

Terdapat beberapa tools aplikasi yang dapat kita gunakan untuk memperbaiki kondisi hardisk yang mengalami bad sektor secar software yaitu:


Menggunakan HDD Low Level Format Tool
Progam Low level format adalah utility yang berfungsi untuk menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam hardisk serta informasi bad sektor. Setelah menjalankan low level format maka kondisi hardisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan. Jadi sebelumnya  pastikan data yang diperlukan di-backup terlebih dahulu. Melihat fungsinya itu, maka selain digunakan untuk memperbaiki bad sektor, tool low level format bisa kita gunakan untuk membersihkan data-data yang sangat pribadi atau rahasia secara permanen. 




Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan HDD Low Level Format Tool:
  1. Download program HDD Low Level Format di hddguru.com.
  2. Install dan jalankan program HDD Low Level Format tools sehingga muncul tampilan seperti dibawah :
  3. Pilih hardisk yang akan di-format, kemudian klik Continue..
  4. Klik tab LOW-LEVEL FORMAT, klik FORMAT THIS DEVICE
  5. Tunggu sampai selesai, dan biasanya prosesnya akan memakan waktu cukup lama jadi luangkanlah waktu yang cukup.
Selain untuk hardisk (SATA, IDE atau SCSI), HDD Low Level Format Tool bisa juga untuk memformat Flashdisk, Flash card dan sejenisnya.





Jumat, 03 Desember 2010

Tugas Persyaratan Lulus Osjur


ASTABRATHA HIMATEK
Astabratha adalah nilai yang dianut oleh HIMATEK. Astabratha adalah istilah yang diserap dari bahasa sanskerta yang bermakna 8 ajaran kebajikan.
Sesuai artinya, Astabratha HIMATEK terdiri dari 8 nilai, yaitu Spiritualitas, Integritas, Intelektualitas, Solidaritas, Entrepreneurship, Professionalitas Kerja, Dedikasi, dan Ketekunan.
1.     Spiritualitas
Spiritualitas, artinya Mahasiswa Teknik Komputer harus memiliki spiritualitas, yang tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa.
2.                  2. Integritas
Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.
Indikator Perilaku:
1.      Memahami dan mengenali perilaku sesuai kode etik
  • Mengikuti kode etik profesi dan perusahaan.
  • Jujur dalam menggunakan dan mengelola sumber daya di dalam lingkup atau otoritasnya.
  • Meluangkan waktu untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan itu tidak melanggar kode etik.
2.      Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai (values) dan keyakinannya
  • Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinan.
  • Berbicara tentang ketidaketisan meskipun hal itu akan menyakiti kolega atau teman dekat.
  • Jujur dalam berhubungan dengan pelanggan.
3.      Bertindak berdasarkan nilai (values) meskipun sulit untuk melakukan itu
  • Secara terbuka mengakui telah melakukan kesalahan.
  • Berterus terang walaupun dapat merusak hubungan baik.
4.      Bertindak berdasarkan nilai (values) walaupun ada resiko atau biaya yang cukup besar
  • Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko yang signifikan untuk diri sendiri dan pekerjaan.
  • Bersedia untuk mundur atau menarik produk/jasa karena praktek bisnis yang tidak etis.
  • Menentang orang-orang yang mempunyai kekuasaan demi menegakkan nilai (values).

3.     Intelektualitas
Intelektualitas, artinya mahasiswa Teknik Komputer harus cerdas, dan cepat tanggap dalam menghadapi situasi yang berkembang baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
4.     Solidaritas
Solidaritas, artinya mahasiswa Teknik Komputer harus mempunyai rasa persaudaraan yang tinggi terhadap sesama mahasiswa Teknik Komputer, maupun terhadap mahasiswa prodi lain, dan lebih luas lagi, terhadap sesama manusia di lingkungannya.
5.     Entrepreneurship
Entrepreneurship, artinya mahasiswa Teknik Komputer harus mampu berusaha mandiri. Berdiri dengan kaki sendiri (Berdikari), tidak tergantung kepada orang lain. Perubahan paradigma lulusan perguruan tinggi dari ‘job seeker’ menjadi ‘job creator/job maker‘  harus disikapi dengan memulai usaha di lingkungan kampus, sebelum berkecimpung dalam usaha yang lebih besar.
6.     Professional Kerja
Professionalitas kerja, artinya dalam bekerja, mahasiswa Teknik Komputer harus dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi etiket dan etos kerja yang berlaku. Kemampuan ini (soft skill) harus mulai dilatih sejak di lingkungan kampus.
7.     Dedikasi
Dedikasi, artinya mahasiswa Teknik Komputer harus dapat bekerja dengan penuh pengabdian. Give your best effort, and you will raise the best result.
8.     Ketekunan
Ketekunan, artinya mahasiswa Teknik Komputer harus dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dengan ulet, rajin, dan tuntas. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Ini yang harus menjadi prinsip yang dipegang mahasiswa Teknik Komputer, baik dalam kehidupannya sebagai mahasiswa, maupun sebagai warga masyarakat nantinya.